Tampilkan postingan dengan label puisi islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

Melihat Lebih Dekat Mencoba Lebih Bermakna

Bila kulihat kenyataan yang ada
Ketika kesadaran belum sepenuhnya tertanam
Tak wajar berharap untuk berbuat lebih
Hanya berbuat apa adanya
Tak bertenaga apalagi bermakna
Terlalu biasa untuk sesuatu yang teramat istimewa

Bila kulihat kenyataan yang ada
Ketika keikhlasan belum sepenuhnya tertuang
Maka semua yang engkau lakukan sekarang
Tak akan mampu menggerakkan
Apalagi membawa perubahan
Untuk sebuah peradaban yang diimpikan

Kucoba menafikan kenyataan yang ada
Beban cinta ini terbagi merata sempurna
Sehingga tiap pundaknya laksana baja
Baja yang menanggung beban sesuai modulusnya saja
Tak mudah berkarat karena terlindung oksida ukhuwah
Kuat, tak mungkin patah tiba-tiba

Kucoba menafikan kenyataan yang ada
Amanah cinta ini pastinya mengakar sempurna
Sehingga harum bunga dan manis buahnya
Bisa dinikmati, bahkan oleh mereka yang tuna pancaindera
Bertenaga sempurna membawa perubahan bermakna
Peradaban Islam yang mulia

Maka biarkan aku bertanya kepada aku dan kamu
Sudahkah hati ini berpadu satu
Mencurahkan cinta hanya kepada pemiliknya yang paripurna
Bersua hanya untuk tunduk pada-Nya, Sang Pemilik segala Maha
Bersatu hanya untuk menyeru di Jalan-Nya yang suci tak bernoda
Berikrar untuk jadi pembela syariat-Nya yang murni tak berjelaga

Dan inilah doa yang aku panjatkan tiap hari
Doa yang terlafazkan dengan mengingat wajah kalian
Wajah yang senantiasa bercahaya karena cinta dan mencintai-Nya
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahayamu
Yang tiada pernah padam
Ya robbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
Dengan karunia iman
Dan indahnya tawakal padamu
Hidupkan dengan ma’rifatmu
Matikan dalam syahid dijalanmu
Engkaulah pelindung dan pembela

Read more »

Kamis, 17 November 2011

Sepenuh Kasih

Seolah hati diombang-ambing dua samudra
Untuk terus atau bertahan pada ketetapan yang awal
Tidak tahu pasti apa yang sebetulnya diinginkan oleh hati ini
Walau mungkin hati ini punya jawabnya sendiri
Sama tidak tahunya apa yang sebenarnya sedang terjadi
Walau mungkin diri ini punya caranya  sendiri untuk mengerti
Seolah sedetik waktu kehilangan ukuranya untuk melaju
Seperti anak panah yang kehilangan arah
Tidak tahu kemana titik sasaran yang harus dituju
Entahlah…
Begitu banyak rasa bercampur di dada
Apakah harus memilih?
Walau aku ingin menyatukanya dalam satu rasa yang indah
Ya Rabbi
Engkaulah yang mengizinkan bunga-bunga bermekaran begitu indahnya
Yang mengizinkan  sungai-sungai menemukan tempat bemuaranya
Yang menjadikan bumi beratap bulan dan bintang-bintang nan menawanYa Rabbi
Engkaulah Kuasa
Yang tidak akan pernah luput sekecil apapun dari kuasa-Mu
Hanya kepada-Mu aku tautkan segala kemungkinan
Kepada-Mu aku gantungkan semua harapan
Hanya kepada-Mu aku berlindung dari segala rasa
Hanya kepada-Mu ya Allah aku memohon
Izinkan tempat yang paling indah untuk hatiku bermuara
Hanya kepada-Mu ya Allah
Sepenuh cinta
Sepenuh kasih

Ketika kehidupan tidak cukup bermurah hati mewujudkan mimpi, kita tambatkan harapan kepada sumber segala harapan; Allah!
Ketika engkau terasa sempit memandang dunia, maka pandanglah langit yang luasnya tanpa garis tepian…
Tidak akan jatuh daun dari rantingnya, kecuali Allah telah menetapkan urusannya…
Semarang, 26 September 2011
Salleum Sami

Read more »